Kalian itu keluargaku, apa aku boleh merasa iri dengan kalian?
Kalian itu seperti jodoh yg telah Allah gariskan untukku ketika aku memutuskan untuk kuliah di Bogor. Kalian keluarga pertama yang aku temukan di sini. Kalian juga yang menginspirasiku dalam banyak hal, sebagai semangat ku disaat lelah dan jenuh. Terkadang aku merasa iri melihat kalian, begitu akur dengan kehidupan, dan bahagia menjalaninya. Hal itu juga yang biasanya menyemangatiku untuk terus maju. Aku ingin seperti kalian. Tertawa lepas seperti tak ada beban, menangis sesuka hati tanpa perduli kata orang. Sedangkan aku, hidupku harus terlihat indah dan bahagia. Menangis bukanlah hal bijak untukku. Apalagi hanya untuk menangisi hidup yang malang.
Aku selalu ingin terlihat kuat, seakan badai topan sekalipun tak akan mampu menggoyahkanku. Aku selalu berjanji tidak akan menangis sesulit apapun hidup ini. Setelah mengenal kalian, menjalani hampir seluruh hidupku disini bersama kalian justru menggoyahkan tekatku. Usaha ku untuk bisa menjadi sosok yang kuat justru luluh ketika melihat kalian menangis dan terseok-seok menjalani hidup.
Aku merasa iri, mengapa hidupku tak seperti kalian?aku juga ingin menangis ketika aku merasa sulit. Ketika seseorang menghadapi masalah katanya Allah sedang memberikan ujian untuk menaikkan derajat orang tersebut. Aku bersyukur selama disini semua hal berjalan lancar, tp terkadang hal itu malah membuatku bertanya apakah aku ini belum pantas menaiki anak tangga selanjutnya dihidupku. Aku ingin menikmati ujian itu, sama seperti kalian.
Hal lain yang membuat aku iri yaitu ketika melihat kalian tersenyum. Senyum yang tulus dan penuh kasih sayang. Kalian adalah keluargaku dan aku kira aku adalah bagian dari hidup kalian. Tp mengapa aku merasa aku ini tidak istimewa seperti kalian???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar