EXO FANFICTION
GELANG KEBERUNTUNGAN
Siang ini langit begitu cerah, sinar matahari yang terik
menemani langkahku untuk bertemu seorang idola ku. Namaku Yoo Ra, saat ini aku
mengenakan dress berwarna merah selutut, dengan gelang keberuntungan yang
selalu menghiasi lengan ku. Perlu waktu yang panjang sebelum aku memutuskan
mengenakan dress merah yang justru kini membuatku merasa malu karena warnanya
yang terlalu mencolok dihari yang terik seperti ini. ini pertama kalinya aku
membuat sebuah janji dengan seorang laki-laki, terlebih ia adalah idola ku,
oleh karena itu aku harus berpenampilan cantik dan berbeda dari biasanya.
Sejujurnya ini bukanlah gaya ku, tapi demi ‘ia’ aku rela mengenakan dress yang
sungguh menyiksa ini.
Tepat pukul 4 sore kami janji bertemu di sebuah taman dekat
tempat ‘ia’ bekerja, dan sekarang aku tiba tepat pukul 4 namun belum ada juga
tanda kehadirannya di taman ini. aku memutuskan untuk duduk di sebuah bangku
panjang tepat di depan air mancur di tengah taman yang indah ini sembari
merencanakan topik perbincangan kami nanti. aku adalah gadis yang sangat
canggung ketika bertemu orang baru, walaupun sebenarnya ‘ia’ bukanlah orang
baru dalam hidup ku. aku sudah mengidolakannya sejak satu tahun yang lalu saat
pertama kali ‘ia’ muncul di layar televisi sebagai tanda debutnya di dunia
hiburan, ya ‘ia’ adalah idolaku, salah satu member
dari sebuah boyband Korea ternama saat ini, ia adalah Do Kyungsoo aka DO.
***
Aku mungkin satu dari sekian juta penggemarnya yang sangat
beruntung, saat itu aku salah masuk toilet
saat menonton penampilan EXO di sebuah stasiun tv. Karena kecerobohan ini
justru membawaku bertemu DO yang saat itu berada di toilet, tentunya dia sangat terkejut melihatku masuk toilet pria. Sama terkejutnya denganku
saat itu. Dan bodohnya aku hanya mematung terdiam memperhatikan wajah lelaki di
depanku sampai akhirnya DO menarik lenganku karena saat itu ada 2 orang pria
lainnya di dalam toilet. Tapi
kejadian memalukan itu justru yang membuat ku bisa mengenal DO, setelah keluar
dari toilet aku masih saja terdiam, masih belum tersadarkan dari pandangan
indah DO yang menarik ku keluar. DO terus melambaikan tangannya tepat di depan
wajahku, berniat menyadarkan ku. ketika aku tersadar DO sudah pergi terburu-buru
karna ini saatnya ia tampil. Karena terburu-buru, DO tidak sengaja menjatuhkan
gelang yang digunakannya saat itu. Aku memutuskan untuk menunggu di depan
ruangannya untuk mengembalikan gelang tersebut. Sampai saat DO selesai tampil..
“hei kau kan gadis yang tadi salah masuk toilet, kau sudah sadar?”
“i..iya, aku sudah sadar sekarang, tadi aku sangat terkejut
karena kecerobohanku salah masuk toilet”
jawabku saat itu, padahal aku terdiam karena terpesona olehnya. “oh
begitu..lalu kau sedang apa disini?”
“aku ingin mengembalikan gelang ini, tadi kau menjatuhkannya
saat berlari terburu-buru..”, aku mengulurkan gelang itu kearahnya. “oh ya?” DO
yang tidak sadar kalau gelangnya jatuh, “terimakasih banyak, ini gelang
keberuntungan ku”.
Gelang keberuntungan miliknya, yap..gelang ini memang
membawa keberuntungan, begitu juga denganku. Dewi fortuna lagi-lagi menghampiri
ku, kali ini aku berhasil memenangkan kuis dalam acara variety show EXO. Sebagai hadiahnya aku mendapatkan gelang yang sama
dengan gelang keberuntungan DO. Keberuntungan ku tidak sampai disitu saja, ketika
aku selesai mengambil gelang itu di stasiun tv yang menyiarkan variety show tersebut lagi-lagi aku
tidak sengaja bertemu dengan DO, dan sungguh dewi fortuna sangat berbaik hati,
DO masih mengenali ku. “wah kau kan yang waktu itu?sedang apa kau disini?apa
kau bekerja disini?”
Wajah itu, senyum itu yang membuat aku selalu terpesona.
Lagi-lagi aku dibuatnya terkejut dan tidak dapat berkata-kata. Keberuntungan
bertubi-tubi untuk ku. “eng..aku kesini untuk mengambil hadiah dari variety show EXO” jawab ku saat itu
setelah berusaha menyadarkan diri dari tatapan mempesona itu. “jadi kau
pemenangnya?wah kita seperti sudah berjodoh..haha”
Berjodoh katanya??hei..betapa aku rasanya ingin terbang saat
itu karena terlalu senang dan malu, kalau saja ada cermin aku mungkin tidak
sanggup melihat wajahku yang memerah.
“siapa nama mu?”
Deg
Sekarang apalagi?DO menanyakan nama ku, “na..na..nama ku Yoo
Ra” jawab ku sangat gugup saat itu, dewi fortuna kau sungguh berpihak pada ku.
“kau lucu..setiap kali kita bertemu, selalu saja kau memperlihatkan ekspresi
itu”. Ekspresi apa yang dimaksudnya??jangan-jangan wajahku begitu memalukan
sehingga membuatnya tertawa. “a..a.aanu aku sangat gugup setiap kali bertemu
denganmu, kau idola ku”
“woah..ternyata kau mengidolakan ku, aku jadi terharu bisa
bertemu dengan orang yang mendukungku selama ini” seharusnya aku yang terharu
bisa bertemu dengan mu, kau sangat rendah hati, tampan dan suara mu yang indah
di setiap lagu mu yang membuat aku menggemari mu. “oya gelang hadiah itu..jaga
baik-baik yah, itu gelang keberuntungan pasangan, aku membelinya ketika tour kami ke Makau, gelang itu
sepasang..dulu aku biasa memakai keduanya ditangan ku tapi kini satu gelang terpasang
ditanganku dan satunya lagi terpasang di tangan mu, semoga gelang itu juga
dapat membawa keberuntungan untukmu..”
“tentu, tentu aku akan menjaganya..” gelang ini sudah
membawa keberuntungan pada ku saat ini batin ku.
***
Semenjak kejadian itu aku semakin mengagumi sosok DO, idola
yang rendah hati dan murah senyum. Hampir setiap penampilan on air nya di layar tv ataupun
penampilan off air nya aku selalu
menyempatkan diri untuk hadir. Walaupun seringkali aku kena tegur ayah ku. Hari
ini DO akan tampil di sebuah taman bermain kota Seoul, sejak pagi aku sudah
bersiap-siap untuk pergi menontonnya berhubung hari ini hari libur nasional. DO
selalu menampilkan yang terbaik dari dirinya, tapi kali ini DO terlihat kurang
bersemangat, ia terlihat seperti sedang banyak pikiran, entah apa yang sedang
mengganggu pikirannya. selesai
penampilan DO aku memutuskan untuk berjalan-jalan mengelilingi taman bermain
hingga tanpa sengaja aku melihat DO yang terlihat begitu kelelahan, bersandar
pada sebuah tiang. Aku mendekatinya untuk sekedar melihat ia lebih dekat.
Ternyata DO menyadari kehadiran ku yang mendekatinya. Tatapan itu terlihat
berbeda, tidak seperti tatapannya saat pertemuan kita sebelumnya, mungkinkah ia
lupa dengan ku. Tapi tatapan itu lebih terlihat seperti orang yang sedang jenuh
dengan hidupnya dan terlihat begitu kelelahan.
“kau tidak apa-apa?” ku putuskan untuk menanyakan keadaanya
DO hanya terdiam dan terlihat ia menghembuskan napas seperti
orang yang sangat kelelahan. “apa kau masih ingat dengan ku?”, ia menoleh
kearah ku lalu tersenyum, “ini untuk mu, kau terlihat sangat kelelahan..” aku
menyodorkan sebotol minuman yang ku pegang ke arahnya, DO menerima minuman itu
dan meminumnya.
“hari ini sungguh melelahkan” ujar DO setelah menghabiskan
minuman itu dalam satu kali tegukan. tanpa diberitahu nya saja aku sudah dapat
menebaknya, sangat terlihat jelas di wajahnya. DO melirik ke arah pergelangan
tangan ku “gelang itu sangat pas di tangan mu”. “terimakasih, gelang ini memang
indah..dan sungguh membawa keberuntungan pada ku”
“benarkah?”
“ya, gelang ini selalu membawa ku bertemu dengan mu, itulah
keberuntungan ku”. DO tersenyum sangat manis, “apa kau ada waktu
luang?bagaimana kalau kita berjalan sebentar..siapa tahu dapat menghilangkan
sedikit rasa penatmu” aku memberanikan diri untuk mengajaknya berjalan
mengelilingi taman bermain ini karna ku lihat raut mukanya yang begitu lelah.
“aku tidak ada kegiatan lagi setelah ini, baiklah, sudah lama juga aku tidak
menaiki wahana di taman bermain seperti ini” jawab DO dengan semangat.
“bagaimana kalau kita naik roler coaster, setiap kali aku jenuh atau sedang lelah aku selalu
menaiki wahana roler coaster karena
aku bisa berteriak sesuka hati, berteriak sekencang-kencangnya bisa membuat mu
melepas sedikit kejenuhan dalam pikiran mu..”
“ayo!!” DO menarik tangan ku untuk segera mengantri
dibarisan pintu masuk wahana roler
coaster. Apakah ini mimpi??DO baru saja memegang tangan ku, senyum yang
manis itu saat menatap ku. Kami sekarang berada di barisan untuk menaiki roler coaster. Saat berada di atas
wahana tersebut aku dapat melihat senyumnya berkembang, betapa bahagianya aku
saat ini, idola ku sedang berada di samping ku. Gelang keberuntungan itu
sungguh bekerja dengan baik.
“hoah!!benar kata mu,
ini sungguh mengasyikkan, aku dapat berteriak sekeras aku mau..lain kali kita
harus naik wahana ini lagi bersama” DO yang begitu senang, membuatku juga
begitu senang dapat melihat senyumnya lagi, mimik wajahnya kini berubah 180
derajat dari sebelumnya. “hei
Yoo Ra, apa kau mendengar ku?” DO melambaikan tangannya tepat di depan wajahku
untuk menyadarkan ku dari lamunan ku.”eng..iya aku mendengar mu, hari ini
sungguh menyenangkan, aku seperti berada dalam mimpi bisa bermain bersama idola
ku” jawab ku sambil menyunggingkan senyum ke arah DO.
“terimakasih sudah menemani ku hari ini dan sudah membantuku
menghilangkan rasa penat ini” ujar DO, “kau harus kuat, kau adalah idola
ku..ketika kau tersenyum aku juga merasa bahagia” balasku.
“baiklah..aku berjanji tidak akan lagi terlihat murung dan
menjadi idola terbaik mu, aku bahagia bisa memiliki teman seperti mu, kau
menjadi kekuatan baru bagiku, lain kali kita harus bertemu lagi untuk bermain
seperti ini”
Hari ini diakhiri dengan lambaian tangannya dan senyumnya
sebelum ia pergi meninggalkannku yang kini hanya bisa melihat punggungnya
hilang dikeramaian.
***
Hari itu ditaman bermain kami saling bertukar nomor telepon,
semenjak itu kami mulai sering berkomunikasi. Hubungan kami semakin dekat,
walaupun sebatas hubungan antara penggemar dan sang idola. DO sering bercerita
tentang hidupnya, tentang kegiatan yang dilakukan selayaknya ia bercerita
kepada seorang teman dekat. Sungguh gelang ini membawa ku pada keberuntungan
yang bertubi-tubi.
Drrt..drrt..
<message from DO>
Yoo Ra apa kau besok ada acara? aku ingin bertemu denganmu,
kita bertemu di taman dekat gedung SM pukul 4 sore, oke?
Pesan itulah yang membuat ku saat ini menunggunya di taman
ini, jarum panjang pada jam tangan yang kukenakan sudah menunjukkan angka 5.
Tidak terasa aku sudah menunggunya disini selama 1 jam. Aku tidak berani
menanyakan keberdaanya karna aku takut menganggu jika ternyata ia masih ada pekerjaan
di kantonya. Tidak lama aku merasa ada seseorang menghampiri ku dari belakang.
Ketika aku menoleh ternyata orang tersebut adalah DO, orang yang aku tunggu
sedari tadi. DO mengenakan kaos berwarna hitam dengan celana jeans dan sepatu
Nike berwarna putih dengan garis hitam dan merah, tidak lupa gelang
keberuntungan yang melekat dipergelangan tangannya. DO menghampiri ku dengan
senyum manisnya. “maaf aku sangat terlambat, kau pasti sudah jenuh menunggu ku
disini”
“aku tidak apa-apa menunggumu disini, aku tahu kau pasti
sedang sibuk” balasku dengan senyuman. “ini aku bawakan ramen kari kesukaanmu,
kau pasti lelah” aku menyodorkan kotak makanan yang kubawa kearahnya, DO
kemudian menerimanya dengan tersenyum kemudian ia memakannya dengan penuh semangat, terlihat ia sangat
lapar. Sesudah makan kami berjalan mengelilingi taman sambil
berbincang-bincang. Tidak terasa hari mulai gelap, kami saat ini sedang
berjalan menuju arah rumahku. DO memutuskan untuk mengantarkanku pulang ke
rumah. Sepanjang jalan kami hanya terdiam. Sesekali aku menoleh ke arahnya dan
ia hanya membalas dengan senyuman. Sepertinya ia kelelahan dengan kegiatannya
hari ini namun tetap memaksakan untuk mengantarkanku pulang. Kami sudah sampai
di depan rumahku.
“jadi disini rumahmu?”
“iya, terimakasih sudah mengantarku pulang, apa kau ingin
mampir dahulu?” tawar ku melihat wajahnya yang lelah, mungkin setelah
beristirahat sejenak dan minum ia bisa trelihat lebih baik pikirku.
“ada yang ingin aku sampaikan padamu” jawabnya
“katakanlah...”
“kita sudah mengenal satu sama lain cukup lama, aku senang
bisa mengenalmu, kau begitu ceria dan bisa membuatku kembali bersemangat setiap
kali aku merasa lelah. Aku suka kau” kata-kata yang membuat ku sangat terkejut.
“aku suka kau bukan sekedar rasa terimakasih seorang idola kepada penggemarnya,
tapi aku suka kau seperti seorang lelaki biasa yang menyukai wanitanya” hening
sejenak “hidupku tidak seperti lelaki lainnya, aku tidak bisa sesuka hati ku
bertindak karena banyak mata yang selalu memperhatikanku begitu juga dalam hal
cinta, siapa gadis yang kusuka pasti menjadi perbincangan banyak orang
nantinya. aku tidak bisa terus begini, aku suka kau dengan apa adanya dirimu,
tapi aku tidak ingin jika kau nantinya menderita karena rasa suka ku ini. jadi
aku mohon kau bisa menungguku, aku ingin kau tetap disampingku tidak perduli
apa yang terjadi di depan”, aku mendengar suaranya yang lirih ketika mengatakan
itu. Aku sadar ini pasti sulit untuknya. Seorang idola yang menjadi perhatian
banyak orang tidak mudah untuknya menyatakan perasaannya. Jika hubungan
cintanya dipublikasikan pasti akan menimbulkan banyak tanggapan terutama dari
penggemarnya. Namun menyembunyikan hubungannya mungkin bisa menyakiti
pasangannya. “aku akan menunggumu, aku berjanji akan tetap ada disampingmu
bagaimanapun keadaan mu nanti dan akan selalu ada apapun yang akan terjadi di
depan, buat ku kau lebih dari seorang idola ku, i’m so lucky to be your love”
balas ku
Malam ini berakhir dengan indah, berakhir dengan janjiku
pada nya. Mulai saat ini kami akan selalu bersama dan saling menjaga, saling
mendukung satu sama lain, tidak peduli apa yang akan terjadi di depan aku sudah
berjanji akan menjadi penyemangatnya disaat ia lelah. Sungguh beruntung bisa
mengenalmu, beruntung bisa menghirup udara yang sama dengan mu. Inilah cerita
keberuntungan bertubi-tubi ku, gelang keberuntungan yang membawa idolaku
menjadi pasanganku, kini kami benar-benar menjadi pasangan seperti gelang
keberuntungan ini. akankah gelang ini terus membawa keberuntungan pada hubungan
kami?semoga saja.
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar