BREATH
Semua ini terlalu
berat
Tapi aku merasa jahat
jika terus mempertahankanmu
Tapi membiarkanmu
pergi hanya meninggalkan penyesalan
Nafas berat mewakili
perasaan ini
Malam ini langit begitu gelap dan udara begitu dingin. Hyu
jin yang lelah setelah bekerja sepanjang hari merebahkan tubuhnya pada sebuah
sofa lembut di ruang tamu rumahnya. Rasa lelah yang menghampiri tubuhnya tak
seberat lelah di hati Hyu jin saat ini. Hari ini tepat setahun yang lalu ia
berpisah dengan Kyungsoo. Selama itu juga ia memendam rasa rindunya. Ditengah
suasana hening yang tercipta karena Hyu jin tak sedikitpun bergeming dari
tempatnya terdengar suara dering telpon genggamnya. Tertulis nama Kyungsoo
dilayarnya.
“apa yang bisa kulakukan saat ini?” pertanyaan ini yang
terus berputar dipikiran Hyu jin saat ini. Hyu jin hanya duduk menggenggam
hatinya yang berdebar karena semua ini sungguh mengejutkan untuknya.
“kau..mengapa begitu lama baru menghubungiku?” pertanyaan lain yang sangat
ingin Hyu jin tanyakan saat ini, namun tak sanggup ia katakan.
Other place
(Kyungsoo’s POV)
“ini aku..sudah lama bukan?maaf..” satu kalimat yang sangat
ingin aku katakan tapi terasa sangat berat. Bahkan ketika aku sangat
merindukanmu aku tak mampu mengatakannya. Malam ini tepat setahun yang lalu
kita memutuskan untuk berpisah. Kau tahu setelah malam itu aku sangat terluka,
aku tak bisa lagi hidup dengan benar. Aku terus menahan rasa rindu ku. Sekuat
apapun aku menahannya tetap saja terasa sakit setiap kali aku mengingat
kenangan kita dulu. Akhirnya malam ini aku putuskan untuk menghubungimu.
Kau tahu..setelah sekian lama tak menghubungimu dan kini ku
beranikan diri menghubungimu tapi tak ada kata yang bisa ku katakan. Aku tak
punya cukup tenaga untuk mengatakan semuanya. Untuk menceritakan begitu banyak
hal yang terjadi. Untuk memberitahukan bahwa hidupku berjalan sangat sulit
setelah kau pergi. Aku ingin memberitahumu seandainya aku bisa aku ingin
menahanmu pergi, tapi aku merasa jahat jika harus menahanmu. Walaupun setelah
melepasmu pergi hanya penyesalan yang tertinggal.
Ditempat lain Hyu jin memberanikan dirinya untuk mengangkat
panggilan dari Kyungsoo. Sebenarnya sangat banyak yang ingin Hyu jin katakan.
Banyak hal yang ingin ia ceritakan tapi Hyu jin hanya terdiam menunggu
datangnya suara Kyungsoo. “huft..” hanya suara helaan nafas berat Kyungsoo yang
terdengar.
“apa kau mengelami
banyak kesulitan?dimana kau sekarang?” pertanyaan yang sangat ingin Hyu jin
tanyakan, namun sebelum semua itu terucap air matanya terlebih dahulu mengalir.
Seketika itu juga semua kenangan Hyu jin bersama Kyungsoo setahun silam
melintas dipikiran Hyu jin. Saat ini Hyu jin hanya mampu menahan isak
tangisnya.
Flash back on
“Yak!! Kyungsoo! sudah kubilang berkali-kali aku benci
menunggumu yang selalu saja datang terlambat” omel Hyu jin pada Kyungsoo yang
selalu saja datang terlambat setiap kali mereka janji pergi bersama. “maaf kan
aku, ini untuk mu” ujar Kyungsoo sambil mengulurkan winter rose yang ia beli dalam perjalan ke tempat Hyu Jin. “tidak
lagi, aku benar-benar marah kali ini..kau tidak bisa menyogokku dengan seikat winter rose itu..”, Kyungsoo memasang
muka menyesal dengan terus meminta maaf pada Hyu jin. “huft..baiklah...salahku
yang selalu luluh jika melihat bunga kesukaanku, kali ini aku memaafkanmu, lain
kali kau harus tepat waktu kalau tidak tanggung sendiri akibatnya” Hyu jin
mengambil seikat winter rose itu ditangan
Kyungsoo. “siap, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi nona Hyu jin!”
Kyungsoo mengucapkannya dengan lantang layaknya seorang prajurit. “ayo kita
segera pergi sebelum filmnya dimulai” ajak Kyungsoo
Hyu jin dan Kyungsoo sudah bersama sejak mereka lulus
sekolah menengah, menjadi teman sekelas selama berada di sekolah menengah
membuat hubungan mereka semakin dekat. Hyu jin selalu senang berada di dekat
Kyungsoo, begitupun dengan Kyungsoo. Banyak hal yang mereka lewati bersama.
Hampir seluruh sifat dan kebiasaan baik ataupun buruk Kyungsoo diketahui Hyu
jin dan dengan senang hati dapat diterimanya. Kyungsoo yang lelet dan
membuatnya selalu terlambat datang, Kyungsoo yang sulit dibangunkan dipagi
hari, Kyungsoo yang sering membuat Hyu jin kesal karena melupakan hari ulang
tahunnya dan Kyungsoo yang selalu menemukan cara meluluhkan hatinya disaat ia
marah. Bagaimanapun Kyungsoo, Hyu jin tetap mencintainya.
Falsh back off
“hyu jin..hanya helaan nafas ini yang bisa mewakili
perasaanku saat ini..” ujar Kyungsoo dalam benaknya.
Nafas ini, membuka
mata ini setiap hari
Sulit untuk sekedar
melewati hari demi hari
Aku bahkan tidak bisa
mengatakan padamu
Melewati semua ini
lebih menyakitkan dari semua rasa sakit
Mengingat kau akan
khawatir
Seperti orang bodoh
kubiarkan nafas berat ini mewakili
Hyu jin’s POV
“Kyungsoo..” ku beranikan memulai pembicaraan, walau hanya
sekedar mengucapkan namanya aku sudah tak mampu menahan air mata ini. sekuat
tenaga aku mencoba menahannya karena aku tahu ini hanya akan membuatmu
khawatir.
“Hyu jin..bagaimana kabar mu?” mendengar suaramu setelah
sangat lama merindukanmu membuatku tak tahu harus melakukan apa. Kau menanyakan
kabar ku dan aku jawab aku baik-baik saja. Seandainya kau tahu, semua ini
sangat menyakitkan. Semua terasa sulit setelah kau pergi.
Ditempat lain Kyungsoo terlihat menahan nafasnya yang
bergetar mendengar Hyu jin memanggil namanya. Kyungsoo memberanikan diri untuk
menanyakan kabar Hyu jin saat ini. “aku baik” syukurlah kalau kau baik ujar
Kyungsoo dalam benaknya. “bagaimana dengan mu?” Hyu jin berbalik menanyakan
kabar Kyungsoo. “aku juga baik..” ujar Kyungsoo dengan tangan yang bergetar
sedari ia mendengar suara Hyu jin. Seandainya Hyu jin dapat melihat keadaan
Kyungsoo saat ini, ia terlihat sangat berantakan karena menahan semua kata yang
ingin dikatakannya. “Hyu jin..sangat banyak yang ingin aku katakan, sejujurnya
aku sangat menderita dan terluka” kata-kata yang tertahan dalam bibir Kyungsoo
dan sangat ingin ia ucapkan namun tak sanggup ia katakan. “huft..” akhirnya
sekali lagi hanya helaan nafas beratnya yang dapat mewakili perasaan Kyungsoo
yang sebenarnya.
Falsh back on
Hari ini adalah hari ulang tahun Hyu jin. Kyungsoo sudah
menyiapkan kado istimewa untuk Hyu jin. Ia membuat nama Hyu jin dengan ratusan
kuntum winter rose tepat dihalaman
rumah Hyu jin. Ini sudah masuk musim dingin dan sangat sulit mencari bunga
kesukaan Hyu jin yang banyak tumbuh hanya di musim panas. Pukul 04.00 yang
ditunjukkan jarum pada jam tangan yang Kyungsoo kenakan. Sepagi ini ia sudah
berkutat dengan ratusan kuntum bunga ini ditengah udara dingin yang menusuk
hingga ketulang. Kyungsoo ingin Hyu jin dapat melihat kado istimewanya ini
tepat disaat Hyu jin terbangun dari tidurnya di pagi hari ini. Jarum di jam
tangan Kyungsoo terus berputar dan perlahan matahari menampakkan sinarnya.
Tepat pukul 06.45 Hyu jin terbangun, seperti hari-hari biasanya Hyu jin segera
membuka jendela kamarnya yang tepat menghadap halaman rumahnya dimana kado
istimewa untuknya dan Kyungsoo berada. Hyu jin sangat terkejut seketika ia
melihat Kyungsoo yang berdiri disebelah ratusan winter rose yang membentuk namanya dengan wajah yang tersenyum
bangga.
“Selamat ulang tahun Hyu jin..kali ini aku mengingat hari
ulang tahunmu!” Kyungsoo yang berteriak penuh semangat dari bawah sana. Hyu jin
yang mendengarnya dari jendela kamarnya merasa malu karena Kyungsoo berteriak-teriak di pagi buta,
“bagaimana kalau dimarahi tetangga” pikir Hyu jin. Walaupun begitu Hyu jin
merasa sangat senang melihat kado istimewa yang diberikan Kyungsoo untuknya.
Hyu jin segera keluar dari kamarnya dan turun menghampiri Kyungsoo.
“dasar bodoh, bagaimana kalau ada tetangga yang terganggu
dan melemparmu dengan sepatu?hah?” ujar Hyu jin sambil melayangkan sebuah pukulan
tepat diatas kepala Kyungsoo. “aw..sakit tahu, kau ini..aku kan sudah susah
payah menyiapkan ini semua malah kau marahi..” Kyungsoo mengusap-usap kepalanya
yang dipukul Hyu jin. “maaf..habis kau mengagetkanku, sangat luar biasa kau
mengingat hari ulang tahunku..kemarin-kemarin harus aku yang mengingatkannya”
ujar Hyu jin. “terimakasih untuk kadonya, aku sangat-sangat menyukainya”
lanjutnya
Flash back off
Air mataku turun semakin deras membuatku semakin keras
menahan isak tangisku. Kyungsoo..apa kau benar baik-baik saja?mengapa nafas
beratmu seolah mengatakan padaku kau sangat menderita. Apa kau sama sepertiku
mengatakan bahwa kau baik-baik saja hanya untuk menghiburku, menghibur hati
kita yang sebenarnya terluka. Ketika air mata ini mengalir semua kenangan
kembali teringat dan aku tetap tak tahu harus berbuat apa.
Semua terlalu
menyakitkan
Karena kita berjanji
untuk saling melepas pergi
Ketika aku yang selalu
saja memikirkanmu
Ketika semua semakin
menyakitkan
Tolong izinkanlah aku
Setidaknya mendengar
hembusan nafasmu
Suasana kembali hening, Kyungsoo dan Hyu jin hanya terdiam
dengan telpon genggam yang masih menempel ditelinga mereka. Sedangkan pikiran
mereka sedang melayang bersama kenangan mereka dulu disaat masih bersama.
Kyungsoo’s POV
Hyu jin..maafkan aku yang selalu mengecewakanmu. Aku tak
pernah bisa menjadi seseorang yang kau inginkan. Aku yang selalu membiarkanmu
menungguku. Bagaimanapun jahatnya aku yang melupakan hari ulang tahunmu atau
hari penting kita dan selama apapun aku membuatmu menunggu, kau tetap ada disampingku.
Tapi malam itu aku sungguh merasa sangat jahat bila aku terus mempertahankanmu
untuk tetap berada di sampingku.
Flash back on
“maaf kan aku Hyu jin, aku benar-benar lupa hari ini kita
punya janji bertemu, saat ini aku sedang terburu-buru karena masih ada rapat
yang harus ku hadiri, sekali lagi maafkan aku..” ujar Kyungsoo, Hyu jin yang
mendengar permohonan maaf Kyungsoo dari balik telpon genggamnya hanya dapat
menahan rasa kecewa. “baiklah..” jawab Hyu jin yang dengan segera mematikan
telpon genggamnya. Malam itu Hyu jin seharusnya pergi makan malam bersama
dengan Kyungsoo untuk merayakan hari jadi mereka, namun Kyungsoo justru lupa
akan janji mereka. Hyu jin hanya dapat memaklumi Kyungsoo dengan kesibukkannya
saat ini walaupun Hyu jin sangat kecewa.
Sudah hampir seminggu setelah Kyungsoo membatalkan janji
makan malamnya dengan Hyu jin, ia belum sekalipun menghubungi Hyu jin karena
kesibukannya saat ini. selama seminggu itu pula Hyu jin masih sering mengirimi
Kyungsoo pesan singkat sekedar menanyakan kabarnya atau mengingatkannya untuk
tetap menjaga kesehatannya. Namun tak pernah ada balasan dari Kyungsoo
sekalipun.
Hari terus berlalu menjadi minggu, dan minggu menjadi bulan.
Malam ini tepat sebulan setelah kejadian malam itu. Kemarin untuk pertama
kalinya Hyu jin kembali mencoba menghubungi Kyungsoo. Hyu jin memberanikan diri
mengirimi Kyungsoo pesan untuk menemuinya malam ini di taman dekat rumah Hyu
jin. Kali ini Hyu jin sudah merasa lelah untuk terus menunggu Kyungsoo
menghubunginya.
To : Kyungsoo
Kyungsoo, bisakah kita
bertemu?
Aku sangat
merindukanmu, aku tunggu kau di taman dekat rumahku besok malam
Sampai berjumpa
disana, aku sangat merindukanmu
Walau tak ada balasan dari Kyungsoo, Hyu jin tetap pergi ke
taman malam ini untuk menunggu Kyungsoo. Berharap Kyungsoo hadir malam ini.
saat ini tepat pukul 7 malam, Hyu jin sudah berada duduk manis di sebuah bangku
taman, menanti kehadiran Kyungsoo. Berkali-kali Hyu jin melihat jarum pada jam
tangannya dan sudah berkali-kali juga Hyu jin melihat layar telpon genggamnya
berharap Kyungsoo menghubunginya. Sudah pukul 9 malam, berarti sudah 2 jam
lamanya Hyu jin menanti kehadiran Kyungsoo namun tak ada sedikitpun tanda
kehadiran Kyungsoo. Hyu jin masih setia menunggu Kyungsoo, ia berjanji akan
terus menunggu Kyungsoo ditaman. Rasa rindu Hyu jin lebih dari rasa lelahnya
menunggu kehadiran Kyungsoo saat ini.
Dilain tempat Kyungsoo yang masih berkutat dengan
pekerjaannya tak tahu sedikitpun bahwa jauh dari tempatnya sekarang Hyu jin
sedang menunggu kehadirannya. Sudah hampir pukul 10 malam, Kyungsoo memutuskan
untuk menyudahi pekerjaannya hari ini. Ditengah perjalanan Kyungsoo menuju
mobil yang diparkirkannya dibassement kantonya,
Kyungsoo menyempatkan membuka telpon genggamnya. Benda yang sudah sebulan ini
tidak diliriknya sedikitpun karena pekerjaan yang sangat menyita waktunya.
Sebanyak 24 pesan dan 15 panggilan tak terjawab dari Hyu jin tertera pada layar
telpon genggamnya. Pesan terakhir yang dikirimkan Hyu jin segera dibacanya,
sesegera itu juga Kyungsoo mengemudikan mobilnya menuju tempat Hyu jin berada
saat ini.
“kau bodoh Kyungsoo..mengapa kau bisa melupakan gadis yang kau
cintai hanya karena tumpukan pekerjaan itu?mengapa kau bisa sebodoh ini
membiarkan Hyu jin terus menunggu mu..” batin Kyungsoo
Kyungsoo memang seorang pekerja keras dan Hyu jin sangat
paham dengan sifat Kyungsoo yang satu ini. Bukan kali ini saja, Hyu jin sudah
sangat sering mengalah untuk dijadikan hal nomor kesekian ketika Kyungsoo
sedang asik dengan yang ia kerjakan. Tapi kali ini sudah sangat kelewat batas.
Kyungsoo merasa sangat buruk dengan apa yang ia lakukan. Saat ini pukul 11
malam Kyungsoo akhirnya sampai ditaman, ia segera berlari mencari keberadaan
Hyu jin. Tak lama ia menemukan Hyu jin yang masih setia menantinya duduk
dibangku taman tepat didepan air mancur yang berada dipusat taman ini. Hyu jin
terlihat begitu kelelahan, Kyungsoo sudah mengira Hyu jin pasti akan tetap
menunggunya walaupun malam sudah selarut ini. Kyungsoo menghampiri Hyu jin yang
duduk sembari menundukkkan kepalanya.
“Kau..mengapa kau masih disini menungguku?” tanya Kyungsoo
yang menyadarkan Hyu jin dari rasa kantuknya karena sudah 4 jam ia menunggu
Kyungsoo di taman ini. Hyu jin dengan segera bangun dari bangku yang
didudukinya dan memeluk Kyungsoo lekat. “kau bodoh!apa kau tidak tahu aku
sangat merindukanmu?mengapa kau tak pernah menghubungiku atau sekedar membalas
pesanku?”perlahan Hyu jin mulai menitikan air matanya. Kyungsoo mendekap Hyu
jin lebih erat. “maafkan aku menjadi orang yang bodoh untukmu, aku yang tak
pernah bisa menepati janjiku padamu, aku yang selalu melupakanmu, dan aku yang
selalu membuatmu menungguku..”
“tak masalah bagiku untuk menunggumu, selama apapun
itu..karena aku tahu kau pasti datang” ujar Hyu jin menyela perkataan Kyungsoo
Hyu jin masih belum melepaskan pelukan Kyungsoo, “Hyu
jin..mungkin ini terakhir kalinya aku membuatmu menunggu, aku harap setelah ini
kau jangan sekalipun menunggu ku..dan mungkin ini terakhir kalinya kita
bertemu” Hyu jin yang terkejut mendengar ucapan Kyungsoo segera melepaskan
pelukannya. “besok aku harus pergi keluar negeri untuk mengurus pekerjaanku,
aku tak tahu kapan akan kembali lagi..jangan menungguku lagi seperti ini, oke?”
“tidak mau, aku akan tetap menunggumu..selama apapun kau
pergi, aku akan tetap menunggumu disini” Hyu jin kembali menitikan air matanya
“ku mohon kau mengerti, aku tak ingin menjadi orang bodoh
lagi yang membiarkan gadis yang ia cintai menunggunya tanpa tahu kapan akan
kembali..” Kyungsoo menghapus air mata di pipi Hyu jin. Akhirnya dengan berat
hati Hyu jin dapat menerima kenyataan ini, kenyataan bahwa malam ini adalah
malam terakhir ia dapat bertemu dengan Kyungsoo. Malam ini Kyungsoo dan Hyu jin
saling berjanji untuk melepas pergi satu sama lain dan berjanji akan tetap
menjalani hidup mereka dengan baik walaupun mereka tak lagi bersama.
Flash back off
Hyu jin..memikirkan kau yang selalu setia menungguku hanya
membuatku semakin merasa khawatir dan bersalah. Aku yang khawatir tak dapat
kembali untukmu, aku yang khawatir pada akhirnya aku hanya akan mengecewakanmu.
Tapi kini ketika aku mengingat masa lalu. Mengingat semua kenangan kita dimana
kita begitu bahagia terlintas dalam benakku seharusnya kita tidak berpisah. Bagiku
semua ini terasa sangat menyakitkan ketika aku selalu saja memikirkanmu
walaupun aku tahu kau tidak lagi menungguku. Terasa begitu menyedihkan ketika
aku ingat janji kita untuk tetap hidup dengan baik walau sudah tak lagi bersama
karena nyatanya kini aku lagi-lagi tak bisa menepati janjiku padamu. Aku tak
bisa hidup dengan baik setelah kau pergi. Dan untuk kesekian kalinya, seperti
orang bodoh aku hanya bisa membiarkan helaan nafas berat ku ini mewakili
perasaanku.
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar