Senin, 16 Februari 2015

BREATH - D.O EXO FANFICTION

BREATH
Semua ini terlalu berat
Tapi aku merasa jahat jika terus mempertahankanmu
Tapi membiarkanmu pergi hanya meninggalkan penyesalan
Nafas berat mewakili perasaan ini
Malam ini langit begitu gelap dan udara begitu dingin. Hyu jin yang lelah setelah bekerja sepanjang hari merebahkan tubuhnya pada sebuah sofa lembut di ruang tamu rumahnya. Rasa lelah yang menghampiri tubuhnya tak seberat lelah di hati Hyu jin saat ini. Hari ini tepat setahun yang lalu ia berpisah dengan Kyungsoo. Selama itu juga ia memendam rasa rindunya. Ditengah suasana hening yang tercipta karena Hyu jin tak sedikitpun bergeming dari tempatnya terdengar suara dering telpon genggamnya. Tertulis nama Kyungsoo dilayarnya.
“apa yang bisa kulakukan saat ini?” pertanyaan ini yang terus berputar dipikiran Hyu jin saat ini. Hyu jin hanya duduk menggenggam hatinya yang berdebar karena semua ini sungguh mengejutkan untuknya. “kau..mengapa begitu lama baru menghubungiku?” pertanyaan lain yang sangat ingin Hyu jin tanyakan saat ini, namun tak sanggup ia katakan.
Other place (Kyungsoo’s POV)
“ini aku..sudah lama bukan?maaf..” satu kalimat yang sangat ingin aku katakan tapi terasa sangat berat. Bahkan ketika aku sangat merindukanmu aku tak mampu mengatakannya. Malam ini tepat setahun yang lalu kita memutuskan untuk berpisah. Kau tahu setelah malam itu aku sangat terluka, aku tak bisa lagi hidup dengan benar. Aku terus menahan rasa rindu ku. Sekuat apapun aku menahannya tetap saja terasa sakit setiap kali aku mengingat kenangan kita dulu. Akhirnya malam ini aku putuskan untuk menghubungimu.
Kau tahu..setelah sekian lama tak menghubungimu dan kini ku beranikan diri menghubungimu tapi tak ada kata yang bisa ku katakan. Aku tak punya cukup tenaga untuk mengatakan semuanya. Untuk menceritakan begitu banyak hal yang terjadi. Untuk memberitahukan bahwa hidupku berjalan sangat sulit setelah kau pergi. Aku ingin memberitahumu seandainya aku bisa aku ingin menahanmu pergi, tapi aku merasa jahat jika harus menahanmu. Walaupun setelah melepasmu pergi hanya penyesalan yang tertinggal.
Ditempat lain Hyu jin memberanikan dirinya untuk mengangkat panggilan dari Kyungsoo. Sebenarnya sangat banyak yang ingin Hyu jin katakan. Banyak hal yang ingin ia ceritakan tapi Hyu jin hanya terdiam menunggu datangnya suara Kyungsoo. “huft..” hanya suara helaan nafas berat Kyungsoo yang terdengar.
 “apa kau mengelami banyak kesulitan?dimana kau sekarang?” pertanyaan yang sangat ingin Hyu jin tanyakan, namun sebelum semua itu terucap air matanya terlebih dahulu mengalir. Seketika itu juga semua kenangan Hyu jin bersama Kyungsoo setahun silam melintas dipikiran Hyu jin. Saat ini Hyu jin hanya mampu menahan isak tangisnya.
Flash back on
“Yak!! Kyungsoo! sudah kubilang berkali-kali aku benci menunggumu yang selalu saja datang terlambat” omel Hyu jin pada Kyungsoo yang selalu saja datang terlambat setiap kali mereka janji pergi bersama. “maaf kan aku, ini untuk mu” ujar Kyungsoo sambil mengulurkan winter rose yang ia beli dalam perjalan ke tempat Hyu Jin. “tidak lagi, aku benar-benar marah kali ini..kau tidak bisa menyogokku dengan seikat winter rose itu..”, Kyungsoo memasang muka menyesal dengan terus meminta maaf pada Hyu jin. “huft..baiklah...salahku yang selalu luluh jika melihat bunga kesukaanku, kali ini aku memaafkanmu, lain kali kau harus tepat waktu kalau tidak tanggung sendiri akibatnya” Hyu jin mengambil seikat winter rose itu  ditangan Kyungsoo. “siap, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi nona Hyu jin!” Kyungsoo mengucapkannya dengan lantang layaknya seorang prajurit. “ayo kita segera pergi sebelum filmnya dimulai” ajak Kyungsoo
Hyu jin dan Kyungsoo sudah bersama sejak mereka lulus sekolah menengah, menjadi teman sekelas selama berada di sekolah menengah membuat hubungan mereka semakin dekat. Hyu jin selalu senang berada di dekat Kyungsoo, begitupun dengan Kyungsoo. Banyak hal yang mereka lewati bersama. Hampir seluruh sifat dan kebiasaan baik ataupun buruk Kyungsoo diketahui Hyu jin dan dengan senang hati dapat diterimanya. Kyungsoo yang lelet dan membuatnya selalu terlambat datang, Kyungsoo yang sulit dibangunkan dipagi hari, Kyungsoo yang sering membuat Hyu jin kesal karena melupakan hari ulang tahunnya dan Kyungsoo yang selalu menemukan cara meluluhkan hatinya disaat ia marah. Bagaimanapun Kyungsoo, Hyu jin tetap mencintainya.
Falsh back off
“hyu jin..hanya helaan nafas ini yang bisa mewakili perasaanku saat ini..” ujar Kyungsoo dalam benaknya.
Nafas ini, membuka mata ini setiap hari
Sulit untuk sekedar melewati hari demi hari
Aku bahkan tidak bisa mengatakan padamu
Melewati semua ini lebih menyakitkan dari semua rasa sakit
Mengingat kau akan khawatir
Seperti orang bodoh kubiarkan nafas berat ini mewakili
Hyu jin’s POV
“Kyungsoo..” ku beranikan memulai pembicaraan, walau hanya sekedar mengucapkan namanya aku sudah tak mampu menahan air mata ini. sekuat tenaga aku mencoba menahannya karena aku tahu ini hanya akan membuatmu khawatir.
“Hyu jin..bagaimana kabar mu?” mendengar suaramu setelah sangat lama merindukanmu membuatku tak tahu harus melakukan apa. Kau menanyakan kabar ku dan aku jawab aku baik-baik saja. Seandainya kau tahu, semua ini sangat menyakitkan. Semua terasa sulit setelah kau pergi.
Ditempat lain Kyungsoo terlihat menahan nafasnya yang bergetar mendengar Hyu jin memanggil namanya. Kyungsoo memberanikan diri untuk menanyakan kabar Hyu jin saat ini. “aku baik” syukurlah kalau kau baik ujar Kyungsoo dalam benaknya. “bagaimana dengan mu?” Hyu jin berbalik menanyakan kabar Kyungsoo. “aku juga baik..” ujar Kyungsoo dengan tangan yang bergetar sedari ia mendengar suara Hyu jin. Seandainya Hyu jin dapat melihat keadaan Kyungsoo saat ini, ia terlihat sangat berantakan karena menahan semua kata yang ingin dikatakannya. “Hyu jin..sangat banyak yang ingin aku katakan, sejujurnya aku sangat menderita dan terluka” kata-kata yang tertahan dalam bibir Kyungsoo dan sangat ingin ia ucapkan namun tak sanggup ia katakan. “huft..” akhirnya sekali lagi hanya helaan nafas beratnya yang dapat mewakili perasaan Kyungsoo yang sebenarnya.
Falsh back on
Hari ini adalah hari ulang tahun Hyu jin. Kyungsoo sudah menyiapkan kado istimewa untuk Hyu jin. Ia membuat nama Hyu jin dengan ratusan kuntum winter rose tepat dihalaman rumah Hyu jin. Ini sudah masuk musim dingin dan sangat sulit mencari bunga kesukaan Hyu jin yang banyak tumbuh hanya di musim panas. Pukul 04.00 yang ditunjukkan jarum pada jam tangan yang Kyungsoo kenakan. Sepagi ini ia sudah berkutat dengan ratusan kuntum bunga ini ditengah udara dingin yang menusuk hingga ketulang. Kyungsoo ingin Hyu jin dapat melihat kado istimewanya ini tepat disaat Hyu jin terbangun dari tidurnya di pagi hari ini. Jarum di jam tangan Kyungsoo terus berputar dan perlahan matahari menampakkan sinarnya. Tepat pukul 06.45 Hyu jin terbangun, seperti hari-hari biasanya Hyu jin segera membuka jendela kamarnya yang tepat menghadap halaman rumahnya dimana kado istimewa untuknya dan Kyungsoo berada. Hyu jin sangat terkejut seketika ia melihat Kyungsoo yang berdiri disebelah ratusan winter rose yang membentuk namanya dengan wajah yang tersenyum bangga.
“Selamat ulang tahun Hyu jin..kali ini aku mengingat hari ulang tahunmu!” Kyungsoo yang berteriak penuh semangat dari bawah sana. Hyu jin yang mendengarnya dari jendela kamarnya merasa malu karena  Kyungsoo berteriak-teriak di pagi buta, “bagaimana kalau dimarahi tetangga” pikir Hyu jin. Walaupun begitu Hyu jin merasa sangat senang melihat kado istimewa yang diberikan Kyungsoo untuknya. Hyu jin segera keluar dari kamarnya dan turun menghampiri Kyungsoo.
“dasar bodoh, bagaimana kalau ada tetangga yang terganggu dan melemparmu dengan sepatu?hah?” ujar Hyu jin sambil melayangkan sebuah pukulan tepat diatas kepala Kyungsoo. “aw..sakit tahu, kau ini..aku kan sudah susah payah menyiapkan ini semua malah kau marahi..” Kyungsoo mengusap-usap kepalanya yang dipukul Hyu jin. “maaf..habis kau mengagetkanku, sangat luar biasa kau mengingat hari ulang tahunku..kemarin-kemarin harus aku yang mengingatkannya” ujar Hyu jin. “terimakasih untuk kadonya, aku sangat-sangat menyukainya” lanjutnya
Flash back off
Air mataku turun semakin deras membuatku semakin keras menahan isak tangisku. Kyungsoo..apa kau benar baik-baik saja?mengapa nafas beratmu seolah mengatakan padaku kau sangat menderita. Apa kau sama sepertiku mengatakan bahwa kau baik-baik saja hanya untuk menghiburku, menghibur hati kita yang sebenarnya terluka. Ketika air mata ini mengalir semua kenangan kembali teringat dan aku tetap tak tahu harus berbuat apa.
Semua terlalu menyakitkan
Karena kita berjanji untuk saling melepas pergi
Ketika aku yang selalu saja memikirkanmu
Ketika semua semakin menyakitkan
Tolong izinkanlah aku
Setidaknya mendengar hembusan nafasmu
Suasana kembali hening, Kyungsoo dan Hyu jin hanya terdiam dengan telpon genggam yang masih menempel ditelinga mereka. Sedangkan pikiran mereka sedang melayang bersama kenangan mereka dulu disaat masih bersama.
Kyungsoo’s POV
Hyu jin..maafkan aku yang selalu mengecewakanmu. Aku tak pernah bisa menjadi seseorang yang kau inginkan. Aku yang selalu membiarkanmu menungguku. Bagaimanapun jahatnya aku yang melupakan hari ulang tahunmu atau hari penting kita dan selama apapun aku membuatmu menunggu, kau tetap ada disampingku. Tapi malam itu aku sungguh merasa sangat jahat bila aku terus mempertahankanmu untuk tetap berada di sampingku.
Flash back on
“maaf kan aku Hyu jin, aku benar-benar lupa hari ini kita punya janji bertemu, saat ini aku sedang terburu-buru karena masih ada rapat yang harus ku hadiri, sekali lagi maafkan aku..” ujar Kyungsoo, Hyu jin yang mendengar permohonan maaf Kyungsoo dari balik telpon genggamnya hanya dapat menahan rasa kecewa. “baiklah..” jawab Hyu jin yang dengan segera mematikan telpon genggamnya. Malam itu Hyu jin seharusnya pergi makan malam bersama dengan Kyungsoo untuk merayakan hari jadi mereka, namun Kyungsoo justru lupa akan janji mereka. Hyu jin hanya dapat memaklumi Kyungsoo dengan kesibukkannya saat ini walaupun Hyu jin sangat kecewa.
Sudah hampir seminggu setelah Kyungsoo membatalkan janji makan malamnya dengan Hyu jin, ia belum sekalipun menghubungi Hyu jin karena kesibukannya saat ini. selama seminggu itu pula Hyu jin masih sering mengirimi Kyungsoo pesan singkat sekedar menanyakan kabarnya atau mengingatkannya untuk tetap menjaga kesehatannya. Namun tak pernah ada balasan dari Kyungsoo sekalipun.
Hari terus berlalu menjadi minggu, dan minggu menjadi bulan. Malam ini tepat sebulan setelah kejadian malam itu. Kemarin untuk pertama kalinya Hyu jin kembali mencoba menghubungi Kyungsoo. Hyu jin memberanikan diri mengirimi Kyungsoo pesan untuk menemuinya malam ini di taman dekat rumah Hyu jin. Kali ini Hyu jin sudah merasa lelah untuk terus menunggu Kyungsoo menghubunginya.
To : Kyungsoo
Kyungsoo, bisakah kita bertemu?
Aku sangat merindukanmu, aku tunggu kau di taman dekat rumahku besok malam
Sampai berjumpa disana, aku sangat merindukanmu
Walau tak ada balasan dari Kyungsoo, Hyu jin tetap pergi ke taman malam ini untuk menunggu Kyungsoo. Berharap Kyungsoo hadir malam ini. saat ini tepat pukul 7 malam, Hyu jin sudah berada duduk manis di sebuah bangku taman, menanti kehadiran Kyungsoo. Berkali-kali Hyu jin melihat jarum pada jam tangannya dan sudah berkali-kali juga Hyu jin melihat layar telpon genggamnya berharap Kyungsoo menghubunginya. Sudah pukul 9 malam, berarti sudah 2 jam lamanya Hyu jin menanti kehadiran Kyungsoo namun tak ada sedikitpun tanda kehadiran Kyungsoo. Hyu jin masih setia menunggu Kyungsoo, ia berjanji akan terus menunggu Kyungsoo ditaman. Rasa rindu Hyu jin lebih dari rasa lelahnya menunggu kehadiran Kyungsoo saat ini.
Dilain tempat Kyungsoo yang masih berkutat dengan pekerjaannya tak tahu sedikitpun bahwa jauh dari tempatnya sekarang Hyu jin sedang menunggu kehadirannya. Sudah hampir pukul 10 malam, Kyungsoo memutuskan untuk menyudahi pekerjaannya hari ini. Ditengah perjalanan Kyungsoo menuju mobil yang diparkirkannya dibassement kantonya, Kyungsoo menyempatkan membuka telpon genggamnya. Benda yang sudah sebulan ini tidak diliriknya sedikitpun karena pekerjaan yang sangat menyita waktunya. Sebanyak 24 pesan dan 15 panggilan tak terjawab dari Hyu jin tertera pada layar telpon genggamnya. Pesan terakhir yang dikirimkan Hyu jin segera dibacanya, sesegera itu juga Kyungsoo mengemudikan mobilnya menuju tempat Hyu jin berada saat ini.
“kau bodoh Kyungsoo..mengapa kau bisa melupakan gadis yang kau cintai hanya karena tumpukan pekerjaan itu?mengapa kau bisa sebodoh ini membiarkan Hyu jin terus menunggu mu..” batin Kyungsoo
Kyungsoo memang seorang pekerja keras dan Hyu jin sangat paham dengan sifat Kyungsoo yang satu ini. Bukan kali ini saja, Hyu jin sudah sangat sering mengalah untuk dijadikan hal nomor kesekian ketika Kyungsoo sedang asik dengan yang ia kerjakan. Tapi kali ini sudah sangat kelewat batas. Kyungsoo merasa sangat buruk dengan apa yang ia lakukan. Saat ini pukul 11 malam Kyungsoo akhirnya sampai ditaman, ia segera berlari mencari keberadaan Hyu jin. Tak lama ia menemukan Hyu jin yang masih setia menantinya duduk dibangku taman tepat didepan air mancur yang berada dipusat taman ini. Hyu jin terlihat begitu kelelahan, Kyungsoo sudah mengira Hyu jin pasti akan tetap menunggunya walaupun malam sudah selarut ini. Kyungsoo menghampiri Hyu jin yang duduk sembari menundukkkan kepalanya.
“Kau..mengapa kau masih disini menungguku?” tanya Kyungsoo yang menyadarkan Hyu jin dari rasa kantuknya karena sudah 4 jam ia menunggu Kyungsoo di taman ini. Hyu jin dengan segera bangun dari bangku yang didudukinya dan memeluk Kyungsoo lekat. “kau bodoh!apa kau tidak tahu aku sangat merindukanmu?mengapa kau tak pernah menghubungiku atau sekedar membalas pesanku?”perlahan Hyu jin mulai menitikan air matanya. Kyungsoo mendekap Hyu jin lebih erat. “maafkan aku menjadi orang yang bodoh untukmu, aku yang tak pernah bisa menepati janjiku padamu, aku yang selalu melupakanmu, dan aku yang selalu membuatmu menungguku..”
“tak masalah bagiku untuk menunggumu, selama apapun itu..karena aku tahu kau pasti datang” ujar Hyu jin menyela perkataan Kyungsoo
Hyu jin masih belum melepaskan pelukan Kyungsoo, “Hyu jin..mungkin ini terakhir kalinya aku membuatmu menunggu, aku harap setelah ini kau jangan sekalipun menunggu ku..dan mungkin ini terakhir kalinya kita bertemu” Hyu jin yang terkejut mendengar ucapan Kyungsoo segera melepaskan pelukannya. “besok aku harus pergi keluar negeri untuk mengurus pekerjaanku, aku tak tahu kapan akan kembali lagi..jangan menungguku lagi seperti ini, oke?”
“tidak mau, aku akan tetap menunggumu..selama apapun kau pergi, aku akan tetap menunggumu disini” Hyu jin kembali menitikan air matanya
“ku mohon kau mengerti, aku tak ingin menjadi orang bodoh lagi yang membiarkan gadis yang ia cintai menunggunya tanpa tahu kapan akan kembali..” Kyungsoo menghapus air mata di pipi Hyu jin. Akhirnya dengan berat hati Hyu jin dapat menerima kenyataan ini, kenyataan bahwa malam ini adalah malam terakhir ia dapat bertemu dengan Kyungsoo. Malam ini Kyungsoo dan Hyu jin saling berjanji untuk melepas pergi satu sama lain dan berjanji akan tetap menjalani hidup mereka dengan baik walaupun mereka tak lagi bersama.       
Flash back off
Hyu jin..memikirkan kau yang selalu setia menungguku hanya membuatku semakin merasa khawatir dan bersalah. Aku yang khawatir tak dapat kembali untukmu, aku yang khawatir pada akhirnya aku hanya akan mengecewakanmu. Tapi kini ketika aku mengingat masa lalu. Mengingat semua kenangan kita dimana kita begitu bahagia terlintas dalam benakku seharusnya kita tidak berpisah. Bagiku semua ini terasa sangat menyakitkan ketika aku selalu saja memikirkanmu walaupun aku tahu kau tidak lagi menungguku. Terasa begitu menyedihkan ketika aku ingat janji kita untuk tetap hidup dengan baik walau sudah tak lagi bersama karena nyatanya kini aku lagi-lagi tak bisa menepati janjiku padamu. Aku tak bisa hidup dengan baik setelah kau pergi. Dan untuk kesekian kalinya, seperti orang bodoh aku hanya bisa membiarkan helaan nafas berat ku ini mewakili perasaanku.
END





Tidak ada komentar:

Posting Komentar